Kaca Ini Bisa Kembali Menyatu Setelah Patah: "The Self-Healing Glass"
Pernah ngga guys hp
kalian pecah kacanya? Kalo pernah gimana tuh perasaannya? Memang hal seperti
itu sudah lah tidak asing bagi kita, baik itu disengaja (orang kaya) maupun ngga disengaja (jatuh hpnya). Apalagi bagi kalian yang gampang emosi ketika kalah
main game (emang noob sih) atau yang
sering berantem (biasanya si sampe putus)
sama pacar kalian, banting hp sampai layar pecah kayak udah hal yang gak aneh (sering
liat aja si). Padahal tau kan berapa biaya ganti screen hp? Iya, memang ngga murah, apalagi kalau hp kelas elit
punya Almarhum Steve Jobs, bisa-bisa ngga makan satu bulan (kalo saya si).
Note: Aktifkan subtitle
pada pengaturan video jika dibutuhkan Bahasa Indonesia
Namun baru baru ini, ilmuan asal Jepang yang dipimpin oleh Takuzo Aida dari Tokyo University menemukan material polymer baru yaitu kaca yang dapat menyatu lagi. Penemuan ini ternyata tidak disengaja loh guys, awalnya mereka sedang meneliti jenis perekat baru. Material ini bernama polyether-thiourea yang diklaim memiliki kemampuan untuk menyatu kembali setelah patah hanya dalam waktu 30 detik saja, dengan menekan kedua bagian yang patah.
Selain kecepatannya
dalam menyembuhkan diri, yang membuat material ini unik adalah
proses penyatuan dapat dilakukan di suhu kamar yaitu sekitar 21ºC. Padahal
menurut peneliti, dibutuhkan panas yang tinggi yaitu mencapai 120ºC atau lebih
untuk menyatukan suatu material atau polymer. Untuk menguji kekuatannya, peneliti
telah mendemonstrasikan dengan ukuran 2 cm2 material ini mampu
menahan hingga 300 gram beban setelah kembali menyatu dari patahannya.
Kunci dari kemampuan ajaibnya ini adalah pada ikatan
hidrogennya. Secara teori polyether-thiourea
memiliki berat molekul rendah dengan ikatan hydrogen silang (cross-linked hydrogen bond). Sifat ini
sangat berseberangan dengan kaca yaitu memiliki berat molekul tinggi dan rentan
terhadap kristalisasi, sehingga dibutuhkan suhu tinggi untuk menyatukannya
kembali (karena langsung mengkristal).
Sederhananya polyether-thiourea tidak
mudah mengkristal sehingga dapat di rekatkan kembali dengan patahannya hanya
dengan sedikit tekanan dan suhu kamar.
Mengenai material yang
dapat menyembuhkan diri, sebenarnya bukanlah kali pertama ditemukan. Sebelumnya ilmuan dari California juga
sudah menemukan material yang mirip, yang digunakan sebagai pengganti mobile screen tapi proses penyatuan kembalinya membutuhkan waktu
yang lama. Sehingga diharapkan, material ini dapat menjadi inisiator dalam
perkembangan teknologi di masa yang akan datang.
Meskipun, material ini
dapat memperbaiki diri, bukan berarti material ini dapat bertahan selamanya ya guys. Menurut Yu Yanasigawa, salah satu
peneliti material ini mengatakan bahwa bukan berarti secara realistis material
ini selalu dapat memperbaiki bagian yang rusak, tapi lebih bertujuan untuk
menciptakan resin kaca yang lebih tahan lama. Material ini akan tetap rusak
setelah pemakaian dalam waktu yang lama dikarenakan luka kecil yang terakumulasi menjadi luka besar. Namun, menurutnya material ini dapat berumur dua atau
tiga kali lebih lama dari apa yang ada sekarang.
Gimana guys? Keren ngga tuh? Sebagai anak
bangsa jangan lupa berinovasi ya guys apapun itu bidangmu, biar bisa bersaing
dengan bangsa lain!
Sumber: Evolving
Science, Digital Trend, Science Alert, Daily Nation

Komentar
Posting Komentar